[Runaway Trip '19] Jalan-jalan di Balikpapan (5)

Beberapa hari di Balikpapan ini sebenarnya tidak ada aktivitas yang menarik untuk diceritakan, oleh karena itu saya hanya menceritakan secara singkat dengan poin-poin daripada memori saya hilang begitu saja, mending saya tulis siapa tahu Anda bisa terinspirasi.

Salah Satu Sudut Kota Balikpapan, Kota Minyak

Makan Malam di Balikpapan Baru
Pertama kalinya datang ke Balikpapan Baru, menurut saya ini BSD nya Balikpapan, terlebih pengembangnya sama, tetapi lebih mirip Kota Wisata suasananya, makan di Pasar Segar Balikpapan. Ternyata semakin malam semakin ramai, apalagi banyak pilihan makanan yang bisa dicoba.

Hanya saja saya agak kaget karena makanan yang dipesan Simbok kok lucu banget karena tinggi sekali, mirip roti cane hanya khas Malaysia. Jika hendak kulineran singkat rasanya Pasar Segar di Balikpapan Baru bisa menjadi pilihan tepat.




Pantai Melawai via Kilang Minyak Pertamina

Keesokan harinya, karena tidak ada pilihan mau kemana dikarenakan cuaca dan waktu, yang awalnya mau ke Kariangau tetapi diurungkan karena jaraknya jauh sekali dan juga cuacanya jelek karena mendung. Akhirnya diputuskan menuju Pantai Melawai dengan melewati kilang minyak milik Pertamina, ada pengalaman baru ketika melewati kilang minyak dengan api yang menyembur dari menara yang menandakan ada energi di sana.

Saya dibonceng Simbok dan tanteku menggunakan ojek online menuju Pantai Melawai melewati jalan pintas dan depan sekolahannya Simbok, selap selip tembusnya ke tempat kilang minyak dan Pelabuhan Semayang baru tiba di Pantai Melawai. Tiba di pantai, kami menikmati indahnya senja di Teluk Balikpapan dengan menyantap jagung bakar yang sudah diklocotin, jadi tidak keliliten makannya. Top. Ide bagus untuk penjual jagung bakar di Jawa.




Pulangnya dari Pantai Melawai, kami mampir ke rumah nenek dan tantenya Simbok di sini, disuguhi nasi goreng hotel Bluesky yang mantap itu, memang tantenya seorang dokter yang sukses di sini, terima kasih atas suguhannya Aunty "We". Kami bertemu dengan saudara-saudara Balikpapan termasuk tante Ly yang baru saya kenal awal November kemarin di pernikahan sepupu ku di Yogyakarta dan beliau mengundang saya untuk datang ke rumahnya di Somber.


Kilang Minyak Pertamina


Somber, Rumah Panggung, Hidden Gems, Makan Hasil Panen

Baru di hari terakhir sebelum saya pulang ke Jakarta, saya dan tante bertamu ke rumah saudara di Somber (Tante Ly) dan sebenarnya saya sudah pernah ke sini pada 10 tahun yang lalu ketika masih sekolah, Bentuk rumahnya unik karena berbentuk rumah kayu seperti rumah panggung dan banyak ternakannya, dapurnya pun open-space menghadap ke penyeberangan kapal dan masih banyak bekantan liar. Benar-benar seru banget, ini baru menikmati liburan.

Pemandangan Dapur dan Kolam Ikan

Tuan rumah yaitu tante Ly ternyata telah menyuguhkan hidangan yaitu rawon dan tempe yang kebetulan rasanya asin banget, bahkan ketika suaminya datang (Pakde IC), beliau langsung turun ke bawah dan menguras kolam ikan dan memindahkan ikan satu per satu demi ikan goreng, yang kebetulan beliau masak sendiri dengan racikan chef. Top




Kemudian, sambil menunggu pakde memasak, saya beserta tante ku dan tante Ly berjalan-jalan ke belakang area rumahnya dan tanpa disadari menemukan suatu tempat "permata tersembunyi" alias hidden gems yang lumayan bagus yaitu pemandangan sungai dan bakau yang suasananya sangat terasa Kalimantannya. Suatu bengkel pembuatan kapal kecil dengan rumah panggung khas Kalimantan, benar-benar mengisi liburan saya.


Selesai jalan-jalan singkat, kami menyantap makanan yang telah disediakan sebelumnya. Saya berterima kasih banyak, dan di sini juga bertemu dengan putrinya Ms. Wu dan keponakan Tante Ly.

Di rasa waktu sudah menunjukkan sore hari, maka setelah selesai makan maka kamipun salam-salaman lalu pamit pulang, dari sana naik transportasi online menuju rumah tante ku, mandi, bersiap-siap menunggu sepupu ku pulang dinas, lalu saya cus diantarkan menggunakan motor menuju bandara dan alhamdulillah pesawatnya terlambat jadi bisa mengobrol lebih panjang sedikit karena aslinya juga saya malas pulang.

Saya pulang ke Jakarta menggunakan pesawat "hijau" dan kebetulan salah pasang harga yang menyebabkan harganya lebih murah 50 persen dari yang ditawarkan di travel daring. Perjalanan tidak  diduga sama sekali, tidak ada rencana tapi bisa tercapai....

Bandara Balikpapan 

Salam Perpisahan

Sampai Jakarta, saya naik Railink hingga stasiun Manggarai...
___
Intinya adalah, liburan kali ini tidak ada yang mewah apalagi mahal (hanya tiketnya saja), tetapi saya benar-benar bisa menikmati dengan santai tanpa ada beban, bisa dibilang misi kali ini sukses, walau tanpa direncanakan terlebih yang ke Yogyakarta.

Komentar