[Unexpected Journey II] - Prolog Kisah ke II


Bulan Agustus 2019, saya pergi lagi ke Yogyakarta dan Klaten dengan keluarga saya, untuk menemui tante saya yang berasal dari Balikpapan, sekalian pijat karena badan kami pegal-pegal, tetapi kali ini saya membawa laptop karena ada proyek mengedit film ulang tahun (dirgahayu) MR.DOOSSS. 

Singkat cerita, setelah tiga hari di sini, kami pun membawa eyang dan keluarga tante ku untuk berwisata di Yogyakarta dengan menginap hotel di belakang mal Malioboro dan membuka tiga kamar dengan orang tua, tante dari Balikpapan dan Klaten dengan Mbak Dee dan anak-anaknya Ltg dan Jvr. Walau harus menunggu beberapa lama akhirnya kami mendapatkan kamar, eyang pun langsung direbahkan ke tempat tidur.


Kemudian, saya disuruh untuk membeli ayam goreng termahsyur di Indonesia yang gambarnya kakek-kakek untuk keluarga saya, awalanya mau pakai Gojek tetapi karena males akhirnya jalan kaki dengan sepupu saya yang di Klaten, Mbak Dee. Singkat cerita, kamu pun selesai membeli dan kembali ke hotel dan membagikan jatah makanan kepada setiap masing-masing orang, lalu saya pun juga ikut makan.


Saya lagi enak makan KFC di kamar dengan keluarga besar saya, tiba-tiba ada panggilan WhatsApp, ternyata Budiyah lagi ketemu sama Budhonk di daerah Gejayan, rupanya beliau sedang di kafe kucing. Saya disuruh untuk menyusul, tetapi saya suruh tunggu dahulu karena saya lagi makan dan basa-basi dahulu dengan keluarga besar. Setelah kondisi aman dan memastikan orang tua ada yang mengawal, maka saya pun langsung pergi.


Singkat cerita, saya langsung pesan Gojek ke kafe kucing tersebut sambil membawa laptop karena hendak menjelaskan proses pembuatan video MR.DOOSSS yang masih setengah jadi dan benar-benar agak kurang niat karena benar-benar melenceng dari konsep awal yang rencananya mau di Gunung Andong.


Setelah sedikit brainstorming tentang konsep, masih buntet juga karena memang konsepnya tidak sejalan, di tambah laptop baru ini agak aneh karena aplikasinya payah karena suaranya telat jadi antara video dan suara tidak sama dan itu bikin kesal. Akhirnya saya pun hanya mengobrol dengan mereka sambil melihat kucing.

Ketika Bu Diyah pulang, saya dan Budhonk masih lanjut ngobrol hingga malam sampai saya lupa dengan kelurga saya yang saya tinggalkan di Malioboro tetapi karena banyak yang ngawal jadi menurut saya tidak masalah.

Kafe Kucing
Pas ngobrol, saya memang berencana mau balik lagi mumpung ada tante ku dari Kalimantan sedang di Klaten dan mau memperpanjang waktu tinggal di Jawa dan tidak diduga dan dinyana Budhonk nyeletuk, "kita ke Andong yuk?", jawabanku cuma "yuk" tanpa mikir, soalnya yang kemarin kan ketunda, dan setelah basa-basi sedikit kami pun undur diri, dan saya pun kembali ke hotel karena harus bertemu keluarga untuk makan malam


Besoknya saya pulang ke Jakarta menggunakan pesawat, untuk sekadar mencuci pakaian kotor, dan esok lusanya saya berangkat lagi.

Komentar