[Unexpected Journey I] - Mengunjungi Dedek Bayi di Magelang (8)


23 Juli 2019


Kawan kita, Budiyah akhirnya kembali dari Malang setelah berkeliling menemani si Aisyah, mereka pun berpisah di Malang karena Aisyah langsung pulang menggunakan kereta ke Jakarta dan dilanjutkan dengan naik pesawat ke tempat asalnya di Paris, Perancis,  au revoir et bon voyage !. Tahu Budiyah sudah tiba di Yogyakarta, Budhonk pun menghubungi beliau dan janjian dengannya, dari penginapan tempat saya menginap, saya dijemput oleh Budhonk dan dibawa ke burjo (tempat makan) di Condongcatur, untuk makan pagi dan sekalian menunggu Budiyah dan Mbak Riay. 
Dan konyolnya, saya kebelet buang air kecil tingkat akut tetapi toilet di burjo katanya tidak bisa / boleh digunakan karena air mati, padahal sudah di ujung tanduk, untung Budiyah kenal dengan pengelola toko sebelah (toko ponsel), dengan mengucap permisi akhirnya saya pun nebeng di sana saja dan syukurlah lega dan mengucapkan terima kasih ketika keluar.


Setelah Riay datang, kami pun bersiap-siap, peta pun sudah dikirim ke saya untuk bahan melihat peta jaga-jaga kalau nyasar dan akhirnya perjalanan pun di mulai dengan 4 orang personil, dengan naik motor dari Sleman, Yogyakarta hingga Magelang, dan bukan kota Magelang tapi Kabupaten Magelang yang sebenarnya sudah hampir dekat dengan Temanggung.


Seperti yang sudah dibahas di depan, Ibu Sasa adalah anggota MR.DOOSSS yang baru melahirkan seorang putri, menikah tahun lalu dan hampir semua anggotanya datang pas resepsi di Magelang. Kali ini kami hendak berkunjung untuk menengok dedek dan memberikan bingkisan atas nama MR.DOOSSS.


Setelah perjalanan yang amat panjang, dan begitu mendekati kediaman Ibu Sasa, ternyata pemandangannya sungguh indah, karena diapit oleh beberapa pegunungan, terutama Gunung Sumbing yang benar-benar terlihat jelas dari daerah ini, serta hamparan sawah yang hijau. Kami pun menyempatkan diri beberapa kali untuk turun dari motor dan berfoto ria dengan latar pemandangan gunung yang benar-benar nampak jelas saat itu dan kemudian lanjut lagi.

Pemandangan Menuju Rumah Ibu Sasa
Setelah mendaki gunung lewati lembah, kami pun tiba di kediaman Ibu Sasa, dan tanpa tendeng aling-aling, kami pun membuka pagar dan langsung masuk ke rumah, memarkir motor, dan duduk manis di depan terasnya seperti rumah sendiri, sambil basa-basi dengan tuan rumah melalui chat seakan-akan sedang chat biasa, padahal sudah di depan rumah.

Akhirnya kami bilang dengan tuan rumah bahwa kita sudah di depan, dan benar saja tuan rumah pun kaget luar biasa karena kedatangan kami seperti tamu tak diundang karena kejutan karena kami memang tidak bilang-bilang jika mau kemari ditambah ada saya yang merupakan orang Jakarta yang jauh, bahkan saya harus membuat status palsu seakan-akan saya tidak ada di daerah Yogyakarta, karena kunjungan saya ditunggu-tunggu juga sebenarnya, jadi Ibu Sasa benar-benar tidak menduga sama sekali.

Pemandangan di Dekat Rumah Ibu Sasa

Setelah cipaka cipiki, kami pun masuk dan duduk serta mengobrol banyak hal (lebih tepatnya basa-basi), kemudian menjenguk dedek bayi yang betul-betul menggemaskan, hingga ngemil suguhan yang ada di depan kita yang salah satunya kaleng biskuit (ternyata biskuitnya asli bukan kaleng isi rengginang), saya dan Riay malah makan cemilan sambil ngobrol sudah seperti rumah sendiri saja. Dan oleh ibunda Ibu Sasa malah diberikan bika ambon, wah kenyang rek.


Nama dedek bayi nya Ibu Sasa sebenarnya agak belibet di lidah tetapi namanya bagus sekali maknanya dan masih menjunjung nilai ke-Indonesiaan, dan saya seperti kesetrum kalau mendengar nama lokal karena zaman sekarang sebagian besar orang Indonesia memberi nama anak sok ke barat-baratan. Oh iya, panggil saja dedek bayi ini adek Nana, dan Ibu Sasa memanggil dirinya "ibuk" seperti sebagaimana orang Jawa, wah uapik tenan iki.


Ketika mengobrol pun kami ditunjukkan album pernikahan Ibu Sasa dengan Mas Widy yang sudah dibundel dalam satu album dan ternyata hasilnya keren-keren juga para bridesmaid dari MR.DOOSSS, serta melihat video ulang tahun anggota MR.DOOSSS yang sudah lewat terutama ulang tahun yang menampilkan Budhonk sebagai lakon utama dan itu benar-benar sangat lucu, Bu Sasa sampai ketawa kepingkel-pingkel.



Ibu Sasa menonton video persembahan dari MR.DOOSSS
Kemudian kami pun memberikan bingkisan dan video singkat untuk Ibu Sasa dari masing-masing anggota MR.DOOSSS dan saya, Budiyah dan Bu Sasa ngobrol banyak hal hingga Budhonk dan Riay tertidur dengan pulasnya, setelah mereka tersadar dan melihat jam maka kamipun langsung izin pulang karena takut kemalaman. Apalagi Budiyah tidak bisa pulang malam karena ibunya tidak bisa ditinggal sendiri.
Akhirnya perjalanan pun bablas ke Jogja, namun motor Budhonk dan Budiyah berpisah karena mau mengantar Budiyah pulang, sedangkan saya dengan Riay hendak menunggu mereka (yang akhirnya lama karena ada insiden dan Budhonk sempat menolong korban, Budiyah jaga motor dengan muka pucat).


Perjalanan pun diputuskan menuju ke Hartono Mall untuk menemani belanja kebutuhan sehari-harinya Riay (beliau memang ditugaskan setiap keluar selalu disuruh belanja), kemudian dilanjutkan ke gerai telekomunikasi untuk mengurus kartunya Mbak Riay yang katanya sedang bermasalah, selesai semua urusan dari sana kami pun langsung cabut ke sebuah lesehan untuk mengantarkan saya kepada Budhonk.

Hartono Mall


Kemudian, Budhonk pun datang dengan membawa tas saya ke lesehan tersebut, setelah bertemu dengan Riay dan saya, maka Riay pun harus cabut ke rumahnya karena hari sudah mulai malam. Kami pun berpisah di sana.


Akhirnya saya diantar Budhonk ke penginapan berikutnya, yang tidak terlalu jauh dari sana, dan saya pun langsung beristirahat karena besok harus pulang.

Sayang, waktu sudah sempit, besok harus pulang...

Komentar