[Unexpected Journey I] - Karaoke (Dikala Serak) dan Ikut Berjualan di Pasar Loak Sebelum Pulang (9)


24 Juli 2019


Fisik saya sudah lemah karena kurang tidur dan keanginan yang berdampak pada suara saya agak hilang dan serak karena dampak dari minum soda gembira tempo hari di Lesehan Sayidan, namun karena mendapatkan voucher satu jam gratis akhirnya mau tidak mau saya pun karaoke karena sudah janji, kali ini bersama Budiyah yang sudah agak bebas. Tetap lanjut, namun sebelum check-out dan dijemput saya ambil laundry dulu karena saya sudah tidak ada pakaian.


Akhirnya saya dijemput Budhonk, dan sebelum ke karaoke kami makan kupat tahu dahulu di depan jalanan Masjid Al-Qona'ah di Condongcatur, selesai makan kami pun berangkat ke tempat karaoke sekalian ketemu Riay dan tidak langsung masuk karena menunggu Budiyah selesai jualan. Untuk membuang waktu, kami pun bermain UNO balok dengan sangat serunya walaupun dari beberapa ronde semuanya kebagian kalah.

Masjid Qona'ah dan Main Uno Balok

Akhirnya Budiyah pun datang, hanya saja kali ini saya tidak terlalu selera karena kondisi kesehatan, jadi biarkan Bu Riay yang nyanyi terus menerus selama dua jam dari tiga jam, tetapi dia enjoy saja karena memang hobi menyanyi. Malah ketika Budiyah karaoke, suaranya sudah mulai tidak stabil dan endingnya adalah malah menangis karena hatinya sedang galau gundah gulana karena memikirkan gebetannya yang mungkin sedang berpaling hati. Kemarin Riay sekarang Budiyah.

Malah saya dan Budhonk nyanyi lagu lawasnya Jikustik - Dia Harus Tahu, untuk menghibur. Dan setelah selesai nyanyi, Budiyah langsung cabut karena tidak bisa kemalaman, dan kami bertiga makan siang di seberang jalan, restoran Korea, kami pun memesan beberapa makanan yang ditulis oleh Budhonk, dan ketika semua makanan sudah sampai lucunya hanya makanan saya saja yang tidak kunjung datang, kemudian saya mau labrak dan berkata "mbak kok pesanan saya tidak datang-datang" dan kasirnya bilang "wah mas nya aja ngga nulis" sambil menunjukkan nota ternyata memang tidak ditulis, wah kacau memang, akhirnya saya minta pesanan yang cukup cepat untuk dimasak. Di titik ini saya benar-benar yakin bahwa perasaan Budhonk memang lagi kurang bagus karena banyak pikiran dari kemarin.


Dan akhirnya waktu menjemput pun tiba, Riay undur diri untuk menjemput adiknya, dan saya masih nongkrong hingga beberapa waktu dengan Budhonk, yang kemudian saya diantar ke Indomaret dekat rumahnya untuk menunggu dia mengambil barang-barang jualan untuk kegiatan basecare, dan Budhonk tidak sadar kalau waktunya agak mepet, alhasil setelah 20 menit mengambil barang, beliau pun datang lagi dan menjemput saya dengan karung segede gaban.

Itupun kami sempat lupa mengambil barang saya di penginapan yang lagi dititipkan, akhirnya balik lagi walau perjalanan tertunda lima menit, untung ingatnya masih sebelum lampu merah gede, kalau sudah lewat muternya benar-benar PR dan bisa bikin lama sampai 20 menit. Setelah ambil barang kami pun cus ke arah Kota Yogyakarta.


Namun sebelum ke pasar loak, kami mampir dahulu ke arah Stasiun Tugu untuk mencetak boarding pass dan menitipkan barang terlebih dahulu, untuk sekadar info di Stasiun Tugu ada penitipan barang (per Juli 2019, sebenarnya dari beberapa tahun lalu juga sudah ada hanya takutnya tidak update), dan kalau tidak salah saya kena Rp40.000 untuk sewa satu loker selama tiga jam. Saya minta Budhonk duluan saja, agar tidak merepotkan dan lagian sudah dikejar waktu.

Setelah menitipkan barang, saya pun cuci muka terlebih dahulu dan langsung keluar ke arah pintu Pasar Kembang (Sarkem) untuk naik transportasi daring ke pasar Beringharjo, lebih tepatnya adalah Pasar Senthir yang merupakan parkiran di samping Pasar Beringharjo.

____

Ternyata, di sini banyak barang-barang bekas atau antik yang dijajakan, dari elektronik, buku, barang dan alat rumah tangga, pakaian, kaset kuno dll. Nah di sini kebetulan basecare nya menjual pakaian bekas tetapi siap pakai dengan harga Rp5.000 saja karena hasil penjualannya memang digunakan untuk acara/kegiatan basecare, jadi tidak mengambil untung.

Makanya walaupun stan mereka sangat remang-remang (alias gelap karena tidak ada penerangan), namun paling laris manis seperti kacang goreng, karena harga yang ditawarkan sangat murah. Saya ikut membantu tetapi sebagai tim dokumentasi dan tim hura-hura.
Gambar Kegiatan : kiri atas proses pengangkutan barang, sisanya gambar jualan

Sembari mereka jualan, saya muter untuk melihat-lihat dan ternyata banyak juga yang dijajakan terutama ponsel dan perangkat elektronik, namun saya tidak tahu legalitas dari ponsel-ponsel tersebut. Sayang, waktu sosialisasi saya habis karena ada telepon dari Jakarta, dan lumayan panjang lebar, sehingga saya hanya bisa mengobrol basa-basi tidak terlalu lama, dan waktu sudah menunjukkan pukul 21.30, sedangkan kereta api saya berangkat pada pukul 22.15.


Jadi saya memutuskan untuk undur diri dari Cak Nur dan kawan-kawan, serta saya langsung diantarkan ke stasiun, singkat cerita saya pun tiba di stasiun dan sempat berfoto dulu bersama Budhonk. Dan sekian kisah ku kali ini, terima kasih untuk Budhonk yang sudah menemani delapan hari perjalanan (yang seharusnya hanya lima hari).


Naik kereta, ternyata keretanya dapat yang lawas dengan tempat duduk tanpa sandaran kaki, sungguh merana.

Pulang ke kota ku...

_______
KESIMPULAN

Memang beberapa agenda bisa dibilang meleset seperti makan biji nangka (walaupun main uno baloknya tetap), terutama rencana besar ke Gunung Andong bisa dibilang gagal, walaupun ada yang berhasil seperti ke tempat Ka Santi, dan waktu perjalanan saya molor dari rencana 4-5 hari di Yogyakarta menjadi 9 hari (lihat dari judul postingan) di tambah 2 hari di Klaten jadi total 11 hari !


Dua hari karena menunggu tukang pijet, empat hari karena menunggu Budiyah karena memang kami rencana awalnya mau ke Magelang tetapi berhalangan karena Aisyah, tetapi tidak masalah sama sekali karena kebetulan perjalanannya juga asyik, jadi selama delapan hari penuh saya bertemu dengan Budhonk. Terima kasih Budhonk !


Walau tidak semua rencana berhasil, namun di sisi lain terdapat hal baru yang bisa diambil yang rata-rata semuanya tidak saya duga dan kira (unexpected), yaitu saya bisa kenal dengan orang baru seperti Riay dan Cak Nur, selain itu juga bisa mendatangi ke tempat baru, bakti sosial ke tempat tunagrahita, dan pengalaman lain seperti ketemu Shaggy Dog yang benar-benar tidak bisa dibayangkan dan tidak terduga sama sekali sebelumnya. Bisa dibilang perjalanan kali ini sungguh berkesan dan tidak ku duga sebelumnya.

___

Sedikit lirik yang cocok untuk perjalanan kali ini :


"Kisah kita memang baru sebentar, namun kesan terukir sangat indah
Ku memang bukan manusia sempurna, tapi tak pernah berhenti mencoba "

April - Fiersa Besari



Padahal saya tidak terlalu suka dengan Fiersa Babarsari eh Fiersa Besari, tetapi kebetulan liriknya pas.

____

Apakah perjalanan ini sudah selesai? Iya, tetapi perjuangannya?

BELUM !

Komentar