Ulasan : UbudOne Villa - OYO 372 Bali


Pada awalnya, saya bertapa hampir dua hari demi mencari hotel yang tepat di Ubud dengan budaya Bali dan pemandangan yang unik, namun dengan harga yang tidak mahal, akhirnya setelah memilih 160 hotel di Ubud yang tersedia, saya putuskan untuk memilih di sini atas dasar insting dan perasaan (serta harga dan ulasan).


Dan berikut adalah kisah / ulasannya :

Lokasi


Ketika kami mendatangi hotel ini, ternyata sesuai dugaan karena lokasinya cukup terpencil, jalan pun hanya bisa muat dua mobil kecil saja, dan medannya menanjak tinggi baru agak datar di atas, dan bisa dibilang jauh dari mana-mana dan kalau mau mencari makan atau minimarket harus menggunakan kendaraan, atau transportasi daring. Intinya kalau tidak bisa nyetir, jangan coba-coba kemari.


Hanya saja dari jalan raya Ubud nya tidak terlalu jauh, paling berkisar 3 KM saja, sehingga untuk mencari makan atau cemilan tidak sulit karena tidak terlalu di pelosok. Ternyata memang lokasinya di tengah sawah.

Di Hotel...


Parkir di sini lumayan luas, sehingga bagi kami yang membawa mobil sewaan, kami tidak perlu khawatir dengan tempat parkir, padahal banyak hotel di daerah Ubud yang tidak menyediakan tempat parkir yang layak karena sempit, benar-benar mantap.


Kesan pertama masuk, ternyata tempatnya lumayan bagus dan modern, bergaya Bali dengan kolam renang yang tidak terlalu besar tetapi bisa mengakomodasi beberapa tamu. Hotelnya berbentuk open-space jadi tidak menggunakan AC (namun kalau malam apalagi bulan Juli dinginnya luar biasa). Pelayanan dari pegawai hotel cukup ramah dan cepat.


Namun saya kurang tahu apakah ada tempat kebugaran di sini, kalau ada mungkin ajaib parah fasilitasnya.




Kamar berada di bagian belakang hotel dan harus melewati kolam renang dan jalan setapak yang sudah di beton, melewati suasana sawah dan kamar-kamar. Di sini selain kamar biasa juga tersedia vila walaupun dalam jumlah yang terbatas.


Menurut saya, bangunan bagian kamar mirip cottage, dalam satu bangunan terdapat empat kamar dengan menghadap ke sawah, kami memesan kamar deluxe dan syukurlah pemandangannya luar biasa indah, benar-benar sawah asli dan tidak ada gedung apapun di hadapan kita.




Gambar : Bentuk gedung kamar dan jalan setapak

Kamar


Kami agak tercengang, ternyata kamarnya benar-benar besar dan modern, fasilitas lengkap dengan televisi satelit, lemari besar, sandal, meja kerja, air minum dua buah, telepon, alat pembuat teh dan kopi beserta isinya, tempat tidur pun sungguh nyaman dan bersih dan langsung menghadap ke hamparan sawah yang luas dengan jendela yang lebar. Saya akui kualitas bangunannya sangat baik, termasuk material interior dan lampunya membuat kesan mewah.


Kamar mandi juga modern, besar dan bersih, perlengkapan mandi juga lumayan lengkap untuk harga segitu, hanya sabunnya buatan hotel itu sendiri (bukan dari OYO). Air panas tersedia sepanjang waktu dan saya ujicoba mandi sampai satu jam airnya masih panas, bukan 15 menit terus airnya anyep dan harus menunggu 30 menit untuk panas kembali.



Pemandangan


Semua kamar mempunyai teras (lantai atas ada balkon), yang menghadap ke sawah, kebetulan kamar kami menghadap sawah yang masih benar-benar alami dan lebih privat dibanding kamar di belakang saya. Terdapat balkon dengan kursi yang besar, bahkan bisa untuk tidur dua orang, dengan meja kecil yang bisa digunakan untuk ngopi. Benar-benar spektakuler




Ketika kami tidur dan terbangun, pemandangannya langsung menghadap ke hamparan sawah, rasanya saya tidak perlu menginap di Ritz Carlton atau hotel jutaan rupiah demi mendaoatkan pemandangan sekeren ini. Benar-benar hidden gems !




Sarapan


Sarapan di sini sama seperti hotel-hotel di Ubud kebanyakan, jarang ada prasmanan namun diberi menu dan di suruh memilih, kalau tidak salah pilihannya hanya American atau Continental breakfast, dan saya memilih yang ada telur dengan ayam, roti dan buahnya karena yang satu lagi sangat minimalis (saya lupa yang mana). Kami sudah mendapatkan jatah makan pagi, tetapi jika hendak menambah orang maka harga makan pagi per orang setara seperti hotel bintang lima di tengah kota Surabaya.


Tetapi syukurlah tidak ada pilihan babi, hanya ada ayam.

Pemandangan ketika makan pagi juga tidak kalah menarik karena langsung menghadap kolam renang dan hamparan sawah yang benar0benar masih alami dan tidak ada bangunan lagi di samping hotel ini, restoran terletak di lantai dua dan menggunakan tangga, tidak ada lift.



Gambar : Restoran (atas), dan makanan yang dihidangkan (bawah)

Kesimpulan


Dengan harga di bawah Rp600.000 untuk kamar Deluxe, fasilitas yang didapat, kenyamanan kamar serta pengalaman lain, saya rasa benar-benar sepadan sekali dengan apa yang saya dapat, dan saya benar-benar merekomendasikan untuk menginap di sini. Benar-benar permata yang tersembunyi dan saya sangat suka ! 8,5/10.



Gambar searah jarum jam : Saya sedang menikmati hidup, parkiran yang lega, dan bentuk fasad bangunan dengan diri saya

Bisa dibilang, sayang hotel sebagus ini malah dijadikan OYO, dan bisa dibilang ini OYO terbaik yang pernah saya inapi selama ini.

Komentar